Senin, 12-11-2007 15:44:51
Mastur Sesalkan Sikap Anshar yang Beri Ijin Judi di Lagoi
Oleh : Surya Irawan
JAKARTA – Wakil Bupati Bintan Mastur Taher menyesalkan sikap Bupati Bintan Anshar Ahmad yang tidak memberi tahu soal rencana pembangunan pusat perjudian internasional di lokasi Kawasan Wisata Terpadu Eksklusif (KWTE) Lagoi. Ia justru mengetahuinya dari DPRD Bintan, setelah kasus tersebut mulai meledak dan mendapat penolakan dari masyarakat.
Batamtoday.com | Mastur Sesalkan Sikap Anshar yang Beri Ijin Judi di Lagoi
“Meski saya Wakil Bupati, saya tidak tahu menahu soal perjudian itu, semuanya ke Bupati. Saya mengetahui dari DPRD, dan saya sesalkan sikap Bupati yang tak kasih tahu,” kata Mastur di sela-sela Halal Bihalal Masyarakat Kepri di Jakarta, Minggu (11/11) kemarin.
Bila sejak awal ia diberi tahu, tentu sudah ditolaknya sejak awal karena akan merusak moral masyarakat setempat. Mastur mengaku sudah menemui Bupati Bintan Anshar Ahmad, dan mengatakan tidak ikut bertanggungjawab soal reaksi penolakan rencana pendirian pusat judi di Lagoi
“Reaksi Bupati waktu itu, kalau tidak memungkinan, pasal perjudian dihapus. Tapi saya kira bukan semudah itu, karena masyarakat sudah mulai terpecah dan bisa menimbulkan konflik horizontal,” katanya.
Mastur juga telah melakukan klarifikasi ke DPW PKS Kepri, dan DPP PKS di Jakarta terkait perjudian tersebut. Mastur menegaskan, dalam masalah ini ia sama sekali tidak diberi tahu dan dilibatkan. Bupati Bintan berdalih sengaja tidak memberi tahu maupun melibatkan Wakil Bupati Bintan, karena sudah ditunjuk tim untuk membahas KWTE, termasuk pasal perjudian.
Meski hubungan pribadinya dengan Bupati Bintan Anshar Ahmad tidak ada masalah, tetapi akibat masalah perjudian ini, tetap menimbulkan jarak antara keduanya. Bahkan ia mengkuatirkan Koalisi PKS-Golkar yang berhasil mendudukkan dirinya sebagai Wakil Bupati dan Bupati, bisa terpecah.
“Koalisi bisa saja pecah, tapi PKS mungkin tidak akan menjatuhkan Anshar. Tapi yang jelas ini pemerintahannya PKS, bukan Golkar dan PKS menolak perjudian,” tegasnya.
Mastur menegaskan, meski perjudian tersebut hanya diperuntukkan orang asing saja, tapi tidak ada jaminan masyarakat lokal tidak akan terpengaruh. Dimatanya judi tetap saja merusak mentalitas masyarakat Melayu, meski hanya diperuntukkan untuk orang asing saja.
“Masih banyak yang bisa dikembangkan selain judi, seperti pantai dan budaya. Apalagi ada program kawasan ekonomi khusus di Bintan (BBK, red). Untuk mendapatkan PAD, yang lain masih banyak, judi itu sensisitif,” tandas Mastur.
Berita Terkait