Baca Juga
Senin, 12-11-2007 15:43:04
Ismeth : Judi di KWTE Lagoi Belum Pasti

Oleh : Surya Irawan

JAKARTA -G ubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ismeth Abdullah mengatakan, masih mencari masukan dari berbagai pihak mengenai rencana pembangunan pusat perjudian internasional di Kawasan Wisata Terpadu Eksklusif (KWTE) di Lagoi Bintan.

Batamtoday.com | Ismeth : Judi di KWTE Lagoi Belum Pasti
“Kita masih mencari masukan dari berbagai, departemen terkait, dan instansi penegak hukum. Saya juga akan bertemu Kapolri. Jadi tunggu saja, semuanya masih disurvei,” kata Ismeth di sela-sela Halal Bihalal Masyarakat Kepri di Jakarta, Minggu (11/11).

Menurut Ismeth, investor yang akan membangun pusat perjudian di Lagoi tersebut berasal dari Malaysia dan Hongkong. Perjudian tersebut hanya diperuntukkan bagi orang asing saja seperti di Genting Highlands, Malaysia. Sedangkan orang Indonesia dan masyarakat lokal tidak diijinkan berjudi di tempat tersebut.

Namun Ismeth menilai, pembangunan pusat perjudian internasional di lokasi KWTE Lagoi Bintan tersebut hingga kini belum pasti. Sebab, masih menimbulkan pro kontra di masyarakat dan ada kebijakan tegas mengenai larangan berjudi dari Polri.

“Jadi ini semua masih belum pasti, masih banyak pendapat ragu-ragu. Saya bisa mengatakan apa-apa, tunggu saja nanti kita masih mencari masukan,” katanya.

Sebagai Gubernur Kepri, Ismeth mengaku memiliki kewenangan untuk menolak dan membatalkan Perda Perjudian Internasional di lokasi KWTE Lagoi Bintan. “DPRD Bintan sih bilang tidak mengganggu, tapi kalau kita nilai mengganggu, gubernur bisa membatalkan Perda tersebut,” tegasnya.

Sebagai Gubernur Kepri, ia tidak berkeberatan bila Pemkab Bintan membangun KWTE di Lagoi untuk meningkatkan PAD-nya. Tetapi sebaiknya di lokasi KWTE tidak dikembangkan perjudian, karena akan mendapat penolakan keras dari berbagai pihak seperti KWTE di Batam.

“Saya kira banyak potensi lain yang bisa dikembangkan, sebagai tempat wisata keluarga misalnya. Seluruh potensi Kepri, Bintan khususnya memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan. Jadi masih banyak objek yang bisa dikembangkan selain judi,” tandas Ismeth.
Berita Terkait


| Back |