Senin, 05-11-2007 18:13:35
Demo Ranperda Judi di KWTE, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi
Oleh : Charles
TANJUNGPINANG - Sebanyak 4 orang mahasiswa sempat bentrok dan terkena pukulan oknum polisi dalam demo menolak pelegalan perjudian dalam Rancangan Peraturan Daerah Kawasan Wisata Terbatas Eksklusif (Ranperda KWTE) di gedung DPRD Bintan, Senin (5/11).
Batamtoday.com | Demo Ranperda Judi di KWTE, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi
Pemukulan ini terjadi saat adanya aksi saling dorong mendorong antara demonstran dengan personil polisi yang membuat formasi blokade.
Entah siapa yang mendahului, di saat aksi tolak menolak terjadi tiba-tiba personil Samapta Polresta Tanjungpinang, yang kerepotan menahan dorongan demonstran, terlibat baku hantam dan saling pukul memukul dengan beberapa mahasiswa.
Sebanyak 4 orang mahasiswa mendapat pukulan di bagian badan, serta kepala, bahkan sempat diamankan polisi.
Emosi dan sikap nekat demonstran ini sebenarnya dipicu lamanya anggota DPRD Bintan keluar untuk mendengarkan aspirasi mereka. Akibatnya, massa yang sudah tidak sabar mulai berlarian menerobos penjagaan polisi, merangsek masuk melalui pintu samping gedung DPRD Bintan itu.
Ketua Kesatuaan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Provinsi Kepri M.Ali Alfatoni mengatakan, demo ini merupakan bentuk solidaritas mahasiswa, masyarakat serta LSM menolak pasal Ranperda Perjudian di KWTE Lagoi Bintan. Bila hari ini anggota DPRD Bintan enggan dan tidak mau menemui serta menerima masukan dan aspirasi dari mahasiswa, besok mahasiswa akan kembali berdemo.
Kendati sempat bentrok, serta tanpa dihadiri Ketua dan Wakil Ketua DPRD Bintan Mahasiswa, OKP serta lembaga kemasyarakat (LSM) yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penyelamat Bintan (AMPB) Kabupaten Bintan itu, memberikan dan membacakan pernyataan mereka yang diterima anggota Pansus Ranperda KWTE Hendi Maulidi.
Berita Terkait