Modus yang dilakukan Sales regulator bila ada oknum petugas yang mengaku dari pertamina untuk melakukan pengecekan tabung gas yang kadaluarsa.
Dodi Wahyudi (35), warga Kampung Keke Kelurahan Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur, Rabu (28/7/2010), terpaksa membeli regulator dan selang, yang katanya dari pertamina. Sebab regulator miliknya diponis berbahaya, karena terus mengeluarkan gas.
“Oknum Pertamina itu memaksa saya untuk mengganti regulatornya demi keamanan,” ujar Dodi.
Dikatakan Dodi sebelumnya regulator ia sama sekali tidak bermaslah bahkan sudah dipergunakan dia lebih kurang satu tahun.Bahkan yang tidak mengenakkan oknum petugas tersebut sengaja melepaskan selang yang semula tersambung dengan regulator tanpa memberitahu langsung menyulutkan api ke regulator, dan terjadilah semburan api pada regulator itu.
Melihat saya takut, oknum petugas tersebut langsung menawarkan saya regulator dan selang yang katanya keluaran dari pertamina dan berstandar SNI. Harganya Rp325 ribu untuk regulator dan Rp80 ribu untuk selangnya.
Semantara itu Sales Representatif Gas Wilayah XII Riau Daratan dan Kepualuan Raiu, Isfahani saat dikonfirmasi mengatakan hal itu hal itu tidak benar, hingga saat ini Pertamina sama sekali tidak ada menurunkan konsultan atau lian sebagainya untuk menjual regulator dan selang.
“Pertamina hanya mengurus tabung gas LPG, bukan regulator selang, itu murni sales.Pertamina juga tidak pernah menurunkan petugas untuk mengecek tabung gas LPG kerumah-rumah, "tegasnya.(Btn/Btd)