batamtoday.com  / KPU Kepri / berita KPU Kepri Google batamtoday.com

Segera Deklarasikan PGMI

Guru Madrasah Siap-siap Keluar dari PGRI

MINGGU, 25-04-2010 20:05

Oleh : Redaksi

BATAM-Perpecahan di tubuh tenaga pengajar Kota Batam kian tampak. Setelah guru swasta bersiap-siap keluar dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), kini guru-guru madrasah tingkat RA,MI, MTs dan MA bakal meninggalkan organisasi guru tingkat nasional itu.

Tanda-tanda guru-guru madrasah akan meninggalkan PGRI terlihat dari hasi pertemuan lima puluhan staf pengajar sekolah berbasis agama itu di MI Negeri Bengkong, Sabtu (24/4/2010). Para peserta yang berasal dari guru negeri Departemen Agama (Depag) dengan guru-guru madrasah swasta itu akan membentuk Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Kota Batam.

Kendati wadah yang akan dideklarasi berbasis guru madrasah, namun tidak sedikit guru agama Kristen yang bergabung dalam wadah tersebut. Dari jalannya musyawarah terungkap, keinginan membentuk PGMI  karena PGRI dirasakan tidak mampu memperjuangkan aspirasi guru-guru madrasah. "Selama ini kami hanya dikutip iuran setiap bulan untuk PGRI, nyatanya tidak ada manfaatnya bagi kami," ujar Samsul Abidin (35), guru madrasah di Kecamatan Batam Kota.

Menurut Samsul, belakangan ini keberadaan PGRI sudah semakin dipertanyakan. Para pengurusnya cenderung mengutamakan materi dibanding memperjuangkan aspirasi guru. Sebagai contoh kata dia, sudah dua bulan, setiap sekolah diwajibkan membeli buletin "Media Guru". Padahal, media tersebut kurang bermanfaat karena isinya tidak ada yang membangun.

Tolak Kutipan Pembangunan Gedung PGRI

Lebih jauh dikatakan, belum lagi habis persoalan buletin PGRI, sudah muncul surat edaran dari pengurus PGRI yang meminta uang dari setiap guru sebesar Rp100 ribu. Menurut pengurus, uang tersebut akan digunakan untuk pembangunan kantor PGRI. "Enak saja pengurus PGRI itu mengutip uang dari guru. Mereka hanya memikirkan keuntungan sendiri tanpa memperhatikan keluhan anggota. Untuk apa membangun gedung PGRI, sementara kinerjanya saja tidak ada? Dari pada pusing, kita bentuk saja PGMI," ujarnya.

PGRI Dipolitisasi

Lain lagi dikeluhkan Arif Budiman (43), guru madrasah di Batuampar. Menurutnya, selain hanya mementingkan materi, PGRI Kota Batam sudah dipolitisasi pengurusnya. Dengan berbagai cara, pengurus berupaya mempengaruhi guru-guru untuk memilih salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dengan alasan sangat peduli dengan pendidikan.

"Pengurus PGRI itu mungkin menganggap guru-guru Madrasah bodoh. Kami juga tahu, justru upaya-upaya menganaktirikan guru Madrasah dimulai dari pemerintahan Nyat Kadir di Kota Batam. Sejak saat itu, guru-guru Depag tidak dipandang dan hanya memperhatikan guru-guru dari Diknas. Apa orang seperti itu mau dipilih? Amit-amit," katanya tanpa meneruskan apa maksudnya.(Btm/Btd)

Artikel Lainnya

HM. Sani Cuti 6 Hari, Aida Ismeth 2 Bulan

TANJUNGPINANG-Wakil Gubernur Kepri HM. Sani, yang mencalonkan diri kembali sebagai calon Gubernur Kepri berpasangan dengan Surya Respationo, menyatakan, sejak pertama pelaksanaan kampanye dirinya telah mengambil cuti sebagai Wakil Gubernur Provinsi Kepri. Sedangkan Aida Zulaikha Ismeth yang merupakan senator DPD-RI di Senayan yang berasal Kepri, mengaku mengambil cuti selama 2 bulan.

Adukan Pelanggaran KPU, KRBP Kepri Datangi Polda Kepri

BATAM-Bersama Komite Rakyat Pemilukada Bersih (KRBP) Kepri, Huzrin Hood mendatangi Polda Kepri, Kamis (29/4/2010). Kedatangan Huzrin Hood bersama KRPB Kepri ini adalah untuk melaporkan temuan yang diperoleh terkait adanya pelanggaran yang dilakukan KPU Kepri dalam administrasi surat keterangan sedang tidak pailit yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Deklarasi Aida Berjaya Dibanjiri Massa Pendukung

BATAM-Dekalarasi Aida Ismeth dan Eddy Wijaya yang dilaksanakan di Kawasan Wisata Ocarina, Sabtu (17/4/2010), dihadiri ribuan massa pendukung. Selain ribuan massa pendukung, acara dekalrasi juga dihadiri seluruh partai pengusung yang terdiri dari 20 partai. Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung juga tampak memaparkan visi dan misi partainya sebagai salah satu partai yang mengusung pasangan Aida-Eddy Wijaya.