batamtoday.com  / KPU Kepri / berita KPU Kepri Google batamtoday.com

Panwaslu se-Kepri Ancam Mundur Ramai-ramai

SENIN, 15-03-2010 11:48

Oleh : Redaksi

TANJUNGPINANG-Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) se-Kepulauan Riau (Kepri) mengancam akan mengundurkan diri, karena anggaran untuk pemilihan kepala daerah tidak sungguh-sungguh dianggarkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

"Kami akan mengundurkan diri karena pemerintah daerah tidak sungguh-sungguh memberikan bantuan dana operasional kepada Panwaslu," kata Ketua Panwaslu Kota Tanjungpinang, Ridharman Bay, mewakili Panwaslu se-Kepri di Tanjungpinang, Minggu (14/3/2010).

Keputusan mengundurkan diri, kata Ketua Panwaslu Kota Tanjungpinang Ridarman Bay, telah dicapai kesepakatan pada rapat pleno seluruh anggota Panwaslu se-Kepri pada Sabtu (13/3/2010) di kantor Panwaslu Kepri, Tanjungpinang.

Menurut dia, DPRD Kepri berjanji pada hari Senin besok (15/3/2010) akan memutuskan anggaran untuk Panwaslu Kepri sesuai dengan kebutuhan Panwaslu dalam melakukan pengawasan Pilkada yang saat ini tahapannya sedang berlangsung. "Jika tidak ada keputusan, kami akan mengundurkan diri. Karena kami juga bertanggungjawab secara moral kepada masyarakat untuk mengawasi jalannya Pilkada," ujarnya.

Ridarman mengatakan, dari Rp20,8 miliar yang diajukan oleh Panwaslu Provinsi Kepri, hanya Rp3 miliar yang disahkan oleh DPRD Kepri untuk Pilkada 2010. "Dari Rp3 miliar tersebut, hanya Rp1,5 miliar yang bisa dicairkan saat ini, dan Rp1,5 miliar lainnya akan dimasukkan dalam APBD perubahan," ujarnya.

Ditambahkan, pemerintah daerah di kabupaten/kota se-Kepri juga tidak menganggarkan bantuan operasional untuk Panwaslu di masing-masing kabupaten/kota. "Kalau tidak ada dana operasional, bagaimana kami bisa bekerja?" ujarnya dengan nada bertanya.

Lebih dijelaskan Ridarman, sejauh ini Panwaslu di tingkat kecamatan se-Kepri kecuali Kabupaten Bintan juga belum bisa dilantik karena tidak ada anggaran. "Kan tidak mungkin kami yang hanya tiga orang di masing-masing kabupaten/kota mengawasi tahapan Pilkada yang saat ini sedang berlangsung," ujarnya.

Dia juga mengatakan tidak bisa melakukan pengawasan terhadap pemutakhiran data pemilih yang saat ini sedang berlangsung, karena tidak ada Panwaslu kecamatan dan pengawas lapangan.

Menurutnya, permasalahan anggaran untuk Panwaslu tersebut sudah dibicarakan dengan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah pada tanggal 23 Desember 2009 lalu. Dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Kepri juga, masalah ini telah dibahas pada tanggal 25 Februari 2010. Namun, hasilnya belum ada.

"DPRD Kepri akan mengakomodir anggaran untuk Panwaslu dan akan memberikan jawaban pada tanggal 8 Maret 2010 lalu. Namun, pada tanggal 3 Maret 2010 kami mendapat surat dari DPRD Kepri yang menyatakan anggaran untuk Panwaslu tetap Rp3 miliar dengan rincian Rp1,5 miliar bisa dicairkan saat ini dan Rp1,5 miliar masuk pada APBD perubahan," katanya.

Ridarman juga menilai pemerintah daerah di Kepri telah melanggar Kepmendagri No 44 tahun 2007 pasal 2 yang diperbaharui dengan Kepmendagri No 57 tahun 2009. "Jelas-jelas disebutkan dalam Permendagri tersebut anggaran operasional untuk Pilkada ditanggung oleh pemerintah daerah," ujarnya.(Tpi/Btd)

Artikel Lainnya

HM. Sani Cuti 6 Hari, Aida Ismeth 2 Bulan

TANJUNGPINANG-Wakil Gubernur Kepri HM. Sani, yang mencalonkan diri kembali sebagai calon Gubernur Kepri berpasangan dengan Surya Respationo, menyatakan, sejak pertama pelaksanaan kampanye dirinya telah mengambil cuti sebagai Wakil Gubernur Provinsi Kepri. Sedangkan Aida Zulaikha Ismeth yang merupakan senator DPD-RI di Senayan yang berasal Kepri, mengaku mengambil cuti selama 2 bulan.

Adukan Pelanggaran KPU, KRBP Kepri Datangi Polda Kepri

BATAM-Bersama Komite Rakyat Pemilukada Bersih (KRBP) Kepri, Huzrin Hood mendatangi Polda Kepri, Kamis (29/4/2010). Kedatangan Huzrin Hood bersama KRPB Kepri ini adalah untuk melaporkan temuan yang diperoleh terkait adanya pelanggaran yang dilakukan KPU Kepri dalam administrasi surat keterangan sedang tidak pailit yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Guru Madrasah Siap-siap Keluar dari PGRI

BATAM-Perpecahan di tubuh tenaga pengajar Kota Batam kian tampak. Setelah guru swasta bersiap-siap keluar dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), kini guru-guru madrasah tingkat RA,MI, MTs dan MA bakal meninggalkan organisasi guru tingkat nasional itu.