Desakan tersebut disejalankan dengan melaksanakan rapat dengar pendapat dengan BLU dan memberikan masukan serta mengawasi beberapa agenda kerja yang mesti dilaksankan dalam waktu dekat.
"Kami ingin supaya seluruh pelayanan dan managemen harus sudah mulai digesa, setelah resmi diganti nama jadi BLU, minimal tahun 2011 sudah menjadi stnadar BLU yang layak di Kepri," kata Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang Muhammad Nazar, didampingi anggota Beny SH dan Maskur Tilahwahyu kepada Batam Today di Gedung DPRD Tanjungpinang, Senin (7/2/20100).
Lebih jauh Nazar mengatakan, rapat dengar pendapat dengan BLU dimaksud karena dari hasil studi banding seluruh pelayanan umum di bawah BLU harus mengedepankan sebuah pelayanan yang profesional.
Nazar, Benu dan Maskur berharap, pada tahun 2010 ini BLU Tanjungpinang dengan ikon pelayanan RSUD sudah memenuhi standar layak. "Kami harapkan supaya minimal seperti di Sukabumi, sehingga BLU RSU di Tanjungpinang benar-benar menjadi BLU standar di Kepri dan memberikan nilai positif baik pelayanan maupun pemasukan bagi PAD," kata Nazar.
Selain itu, Beny dan Maskur menilai, dari masa transisi RSU ke BLU dewan akan terus melakukan pemantauan, baik terhadap seluruh pelayanan maupun sistem managemen yang dibuat.
Tujuannya, kata Beny dan Maskur, menjadi evaluasi dewan untuk dibahas terhadap penggunaan anggaran baik terhadap penataan karyawan, managemen maupun infrastruktur di rumah sakit.
"Kami akan terus awasi dan pembahsan tadi kami ingin supaya masa transisi secepatnya terealisasi dan kami selalu diberi laporan sehingga bisa memploting anggaran sebagaimana dibutuhkan dengan jaminan tahun 2011 tidak ada lagi keluah BLU tetapi menjadi BLU andalan," kata Beny dan Maskur.(btm/btd)