Namun Kepala Disdikpora Bintan Ismail mengatakan, kelulusan yang dicapai pada trey out tahun 2010 yang hanya 20 persen itu, merupakan hal yang biasa. Karena pada tahun lalu hasil trey out-nya juga sama, namun pada saat Ujian Akhir Nasional (UAN) hasilnya memuaskan.
"Itu-kan baru hasil uji coba dalam menghadapai UN, belum ujian yang sebenarnya, jadi itu hal yang biasa saja, dan tidak dapat dianggap gagal,"sebut Ismail.
Terjadinya penurunaan persentase dalam Try out ini, tambah Ismail dimungkinkan, akibat siswa grogi karena soal yang diuji cobakan itu tinkat kesulitannya sangat tinggi.
Ismail menambahkan, soal ujian percobaan itu yang membuat adalah Provinsi, tingkat kesukarannya sangat tinggi, sehingga para siswa perlu kesiapan mental dalam mengisi lembar jawaban itu. kedapan Akan dilakukan evaluasi agar dapat ditingkatkan kelulusannya pada try out kedua.
"Akan ada pembahasan soal-soal ujian pada jam belajar tambahan, atau trobosan, untuk peningkatan hasil pada ujian percobaan itu. Kita harapkan peranan orang tua untuk memberikan motifasi pada anak dalam mengikuti trey out atau UAN nantinya, agar hasilnya meningkat," ujar Ismail.
Ismail menambahkan orag tua siswa harus mengambil perhatian penuh tidak serta merta menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah untuk mendapatkan hasil ujian ynag bagus.jam malam akan nkita berlakukan, jangan sampai pada malam hari ada siswa yang berkeluyuran keluar, sementara besoknya harus masuk sekolah.
"Kita himbau agar orang tua siswa mengontrol benar anaknya pada saat malam hari, jangan ada yang keluar rumah,"tegas Ismail.
Ketua Komisi III DPRD Bintan Raja Miskal mengatakan, trey out yang dilaksanakan, dari sejumlah bahan yang di uji 40 hingga 50 persenya belum dipelajari oleh siswa. "Hal ini akan kita evaluasi terus, agar nilaia UN siswa di Bintan ini nantinya tidak anjlok," ujar Miskal.
Raja Miskal juga mengingatkan Dispora Bintan, agar dapat memaksimalkan waktu yang ada, untuk meningkatkan kelulusan siswa baikl itu di trey out maupun UAN nantinya.(tpi/btd)