batamtoday.com  / batamtoday news Google batamtoday.com
Photo : Yustin MS
Proyek pembangunan Dermaga Bakong

Kasus Korupsi Lingga

Tersangka Korupsi Dermaga Bakong Ditetapkan Hari Ini

JUM'AT, 29-01-2010 11:57

Oleh : Charles

TANJUNGPINANG-Setelah memiliki 2 alat bukti yang sah, yang megnindikasikan terjadinya korupsi pada proyek pembangunan Dermaga Bakong, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang akhirnya meningkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan.

"Saat ini, status kasus korupsi Dermaga Bakong kita tingkatkan ke penyidikan, karena kita telah menemukan 2 alat bukti yang sah dugaan terjadinya indikasi korupsi dalam pembangunan Dermaga Bakong," terang Kajari Tanjungpinang Datas Ginting Suka SH MH kepada Batam Today, Jumat (29/1/2010).

Kedua alat bukti tersebut, lanjut Datas Ginting, pekerjaan yang tidak siap namun pembayarannya telah dicairkan 100 persen kepada kontraktor. Selain menemukan sejumlah alat bukti indikasi korupsi dalam proyek Dermaga Bakong, Kejari Tanjungpinang juga telah memintai keterangan dari sejumlah saksi yang terkait dalam pembangunan tersebut.

Sejumlah saksi yang dimintai keterangan, antara lain Iskandar, selaku Pengguna Anggaran (PA), Akbar selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Togi Simajuntak selaku Panitia Pelaksana Kegiatan (PPK), serta sejumlah saksi lainnya.  

"Hingga saat ini, kita sudah memanggil 3 saksi. Dan hari ini juga, kita akan lanjutkan untuk memanggil saksi lainnya, yakni Direktur Utama PT Bandar Dunia Mandiri (BMM) Zulkadri selaku kontraktor pelaksana," tutur Datas yang saat itu didampingi Kasipidsus, M Musleh Rahmat SH MH.

Apakah dengan penetapan tersangka ini, Kejari Tanjungpinang langsung melakukan penahanan? "Itu kita kembalikan pada teknis penyidikan, dan melihat kondisi serta kekooperatipan masing-masing saksi dalam memberikan keterangan," tandas Datas.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan Dermaga Bakong di Lingga dibiayai APBD Lingga tahun 2008 sebesar Rp 2,5 miliar. Namun, hingga akhir masa kontrak, dermaga tersebut bukannya rampung dikerjakan kontraktornya, tapi malah dibiarkan terbengkalai alias diterlantarkan. Dari informasi yang berhasil dihimpun portal ini, kendati proyek belum rampung namun dana pembangunan sebesar Rp 2,5 miliar sudah dicairkan 100 persen, dengan menggunakan laporan progres fiktif.(Tpi/Btd)

Baca Juga

Komisi III DPR Desak Penanganan Hukum Limbah B3 PT JOM

KAMIS, 11-03-2010 17:52

BATAM-Komisi III DPR RI memastikan akan menindaklanjuti proses hukum limbah B3...

Dua Pasangan Kandidat Balonkada Bintan Jalani Tes Kesehatan

KAMIS, 11-03-2010 17:09

TANJUNGPINANG- Dari tiga pasangan kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati...

Industri Perkapalan dan Perikanan Potensial Dikembangkan di Kepri

KAMIS, 11-03-2010 16:40

TANJUNGPINANG-Kepala Bagian Rencana Program Sektoral Biro Perencanaan...

Indikasi KKN di Proyek Boom Panjang Karimun Mulai Terkuak

KAMIS, 11-03-2010 13:40

KARIMUN-Proyek multi years pembangunan pelabuhan antar pulau (Boom Panjang) di...

PRP Mengecam Kriminalisasi terhadap Anggota FWK Padang

KAMIS, 11-03-2010 13:22

JAKARTA-Upaya pembungkaman terhadap demokratisasi di Indonesia, ternyata masih...