Menurut saksi mata, kebakaran pertama terjadi di dalam gudang, dan disertai dengan ledakan yang sangat keras, hingga mengejutkan mereka.
Selanjutnya api membubung tinggi dari dalam gudung yang berisi minyak dan fiberglas yang merupakan bahan pembuatan kapal, serta mesin-mesin perlengkapan lannya.
Saat kejadiaan, pemilik galangan kapal tersebut, Ahi (36) mengaku sedang tidak berada di tempat. Seleluruh pekernyanya juga sudah pada pulang, dan meninggalkan gudang galangan kapal - yang belum diketahui namanya itu, dalam keadaan terkunci.
Sulitnya memperoleh air, mesik gudang tersebut terletak di pinggir laut, membuat 3 unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Tanjungpinang yang menurunkan ke lokasi, hingga kewalahan menjinakkan kobaran api.
Hingga berlangsung selama 2 jam kobaran api melalap gudang galangan kapal, baru berhasil dipadamkan. Hingga berita ini diturunkan, ke-3 unit mobil PBK masih melakukan penyiraman terhadap sisa lidah api yang masih terlihat.
Meski tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun diperkirakan akibat kebakaran ini pemilik gudang tersebut mengalami kerugiaan hingga ratusan juta rupiah.(btd/charles)