Sempena syukuran HUT ke-5 Pemerintah Provinsi Kepri, Rabu (1/7/2009) lalu, Ketua DPRD Kepri Nur Syafriady dan Ketua DPRD Bintan Dalmasri melaksanakan serah terima aset dan pengelolaan BLK, yang disaksikan Gubernur Kperi Ismeth Abdullah dan Meneg PDT Lukman Edy serta Staf Ahli Mendagri Bidang kemasyarakatan Johenes K.
Kadisnaker Kepri Azman Taufik yang ditemui batamtoday di Tanjungpinang, Jumat (3/72009) mengatakan, pengelolaan BLK Tanjungpinang secara defakto, sebelum penyerahan kemarin sudah menjadi kewenangan Pemprov Keperi. Akan tetapi, de'jure baru resmi setelah penyerahan.
Ditanya soal kondisi alat peralatan dan mesin-mesin praktek, Azman menjelaskan, bahwa mesin masih bagus dan dapat dipergunakan. Namun, sebagian besar perlengkapan pendukung termasuk kabel-kabel listrik dan perlengkapan otomotif harus diperbaiki, dan jika memungkinkan perlu dimodernisasi.
Lebih jauh Azman menjelaskan, BLK saat ini telah melaksanakan pelatihan, khususnya dari masyarakat yang putus sekolah. Seperti pelatihan mengelas (welding), bengkel otomotif, industri untuk pipe beating dan bidang kelistrikan.
"Mesin-mesin masih kondisi baik, namum tetap perlu perbaikan. SDM yang dilatih juga sudah ada, hanya saja belum optimal. Yang jelas, tahun ini pelatihan kerja sudah mulai berjalan," jelasnya.
Untuk optimalisasi pelatihan, Azman menambahkan, tenaga pengajar di BLK harus segera mendapat penambahan. "Saya berharap, ke depan pelaksanaan pelatihakn bisa difokuskan di BLK ini. Jadi kabupaten/kota tidak lagi membangun BLK di daerahnya, agar SDM yang dihasilkan maksimal. Koordinasi akan ditingkankan dengan BLK Kabupaten/kota untuk pelatihan sesuai kebutuhan daerahnya," jelas Azman.(btd/yustin)