Alamak, Jelang Lebaran Insentif Guru Honor Kepri Malah Dipotong 50 Persen

Uang_Palsu.jpg

KARIMUN, batamtoday - Pupus sudah harapan para tenaga pengajar di Provinsi Kepri. Pasalnya, insentif/ tunjangan yang semestinya diterima sebesar Rp1,5 juta per 6 bulan sekali itu, dipotong hingga 50 persen. Akibatnya, dana yang diharapkan untuk biaya berlebaran Idul Fitri 1434 H mendatang, kandaslah sudah.

Ali adalah seorang guru honor di salah satu sekolah SMP Negeri di Kabupaten Karimun. Biaya hidup yang diterimanya setiap bulan, hanya berharap dari insentif daerah sebesar Rp750 ribu saja. Padahal, dirinya harus menyeberangi laut setiap hari kerja, dengan satu tujuan agar anak pulau di Karimun ini, mendapatkan pendidikan yang layak.

Malangnya, SK insentif daerah itu, telah digadaikan Ali ke Bank. Sehingga dirinya hanya menerima Rp 250 ribu per bulannya. Belum lagi, ongkos boat pancung yang harus dibayarkan sebesar Rp16 ribu per harinya.

Begitulah keseharian Ali, mencoba mencari tambahan di luar untuk menghidupi diri dan  keluarganya di rumah, disamping menjalani profesi utamanya sebagai seorang guru di sebuah pulau terpencil di Karimun ini.

Namun, bumi terasa bergetar dan langit terasa runtuh, manakala diketahuinya, insentif Kepri dipotong 50 persen. Sehingga dirinya kembali meratapi diri, tentang penyesalan mengambil keputusan sebagai seorang guru honor di Kabupaten Karimun ini.

"Saya sedih bercampur geram Pak, sebab awalnya niat saya ingin membelikan baju untuk ibu dan istri saya. Tapi, kalau uangnya cuma segitu, hanya cukup untuk beli kue dan taplak meja saja. Dari mana lagi saya dapatkan tambahan biaya ini " ujar Ali singkat kepada batamtoday, Sabtu (13/7/2013) di Karimun.

Editor: Dodo

Share on Google+