Demo Warga di BP Batam Sebut Hutan Lindung Tempat Tinggal Monyet

demo-bp-batuaji.jpg

BATAM, batamtoday - Ratusan warga dari lima perumahan di Batuaji, masing-masing Bukit Sakinah, Taman Lestari, Merlion, Paradise dan Gurindam Raya, melakukan aksi demo di kantor BP Batam. Warga menuntut penyelesaian status perumahan yang mereka tempati, yang tidak memiliki sertifikat karena status lahan masih hutan lindung.

Para pendemo mengatakan, hutan lindung adalah tempatnya monyet. Sehingga status lahan tersebut segera dialihfungsinkan menjadi pemukiman. Warga juga meminta supaya BP Batam tidak asal mengalokasikan lahan untuk semata-mata mendapatkan untung dari pengembang atau pemilik uang.

Syahrial Lubis, salah satu dari warga mengatakan, perjuangan mereka untuk alih fungsi lahan tersebut sudah berlarut-larut, bahkan mencapai empat tahun namun tidak ada hasil. Konon katanya pengajuan alih fungsi lahan itu sudah sampai ke tangan Menteri Kehutanan, tetapi belum juga disetujui.

"Masa sudah empat tahun tak ada hasil, jadi apa kerjanya BP Batam ini," kata dia, saat melakukan aksi demo di Kantor BP Batam.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan BP Batam, Ir Istono mengakui mereka bukan hanya diam, dan sampai saat ini masalah alih fungsi lahan itu tetap mereka perjuangkan melaui Tim Padu Serasi. Akan tetapi, belum juga ada hasil, dan dipastikan pengajuan itu sudah ditangan Menteri Kehutanan tinggal penandatanganan.

"BP Batam bertanggungjawab sepenuhnya terkait pengalokasian lahan. Kami akan tetap mengupayakan,"kata dia kepada perwakilan warga yang sempat melakukan perundingan.

Terkait dengan pengalokasian lahan, BP Batam dimata warga pendemo sangat sembrono. Sebab, sudah tahu status hutan lindung masih saja dialokasikan kepada pengembang ataupun kepada pemilik uang.

Ironisnya, status huntan lindung yang menjadi tempat monyet itu ternyata bukan hanya lahan perumahan. Tapi, Taman Makam Pahlawan di Batam juga ternyata masih berstatus hutan lindung. Selain itu Kampus Putra Batam di Batuaji, salah satu perguruan tinggi di Batam juga berada di lahan hutan lindung.

Hal ini diakui langsung oleh Istono, ketika warga mempertanyakan status lahan di daerah Batuaji yang disebut hampir semua berstatus hutan lindung. "Kami tidak pernah menutup-nutupi, Taman Makam Pahlawan dan Kampus Putra Batam itu masih hutan lindung," ujarnya.

Bonapasi Hutabarat, salah seorang perwakilan warga yang mempertanyakan status lahan di daerah Batuaji kepada BP Batam, mengatakan, jika memang hutan lindung kenapa dialokasikan, dan kenapa sampai empat tahun tidak diselesaikan dan terkesan dibiarkan.

"Hutan lindung itu tempat monyet pak, masa makam Pahlawan dan Kampus masih hutan lindung?," herannya.

Editor: Dodo

Share on Google+