Banner TJP

DPRD Batam Akan Bentuk Tim Investigasi Kelangkaan BBM

riki_syolihin.jpg

BATAM, batamtoday - Menyikapi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Batam, yang disinyalir akibat adanya praktek penyelewengan oleh para mafia, DPRD Batam akan membentuk tim investigasi.

Riki Syolihin, Ketua Komisi IV, selaku penggagas rencana pembentukan tim investigasi itu, mengatakan kelangkaan BBM bersubsidi di Batam bukan karena kuota yang kurang, akan tetapi karena terjadi praktek penyelewengan.

"Di atas kertas kuota BBM bersubsidi di Batam itu berlimpah, namun di lapangan selalu terjadi kelangkaan. Jelas hal ini akibat adanya praktek penyelewengan, dan ini yang akan kita investigasi mulai dari hulu sampai hilir," kata dia, Senin (6/5/2013) siang.

Legislator PKB itu menambahkan, peran tim investigasi ini nantinya akan dilakukan oleh Pansus, yang mana ke-11 orang anggota DPRD Batam dari tujuh fraksi akan mengajukan kepada Ketua supaya Pansus BBM segera dibentuk. Usulan itu baru akan disampaikan pada Rapat Paripurna, dengan data-data yang sudah dia kumpulkan selama tiga tahun terakhir ini.

"Langkah pertama mengusulkan dibentuk Pansus. Tiga tahun terakhir ini mengenai kelangkaan BBM seperti yang diberitakan berbagai media sudah saya kliping dan data-data dari pihak lain," jelasnya terkait rencana pembentukan Pansus dan Tim Investigasi tersebut.

Adapun data tentang kuota BBM bersubsidi di Batam, kata Riki, pada tahun 2011 untuk premium sebesar 186.571 ton dan terealisasi sebesar 193.360 ton. Sementara solar pada tahun 2011, kuota 70.914 ton dan terealisasi sebesar 72.880 ton.

Sementara itu, pada tahun 2012 kuota premium 212.415 ton, terealisasi sebesar 214.791 ton. Sedangkan kuota solar    .....(halaman selanjutnya)

Share on Google+ Batamtoday .com

Iklan-Batamtoday