Insentif Guru Honor di Lingga Diduga Dimanipulasi

limpul.jpg

LINGGA, batamtoday Insentif bagi para guru honorer tahun 2012 di Lingga telah dicairkan. Ironisnya, meski sudah dicairkan namun insentif itu ternyata tak sampai kepada para pengajar itu. Diduga, insetif para guru itu dimanipulasi oleh oknum tertentu.
Dari daftar tanda terima insentif, terdapat tandatangan para guru penerima. Namun, meski ada tanda tangannya, namun sejumlah guru mengaku tidak pernah menerima insentif periode Januari hingga Desember 2012.

"Ada indikasi pemalsuan tanda tangan di dalam daftar guru penerima insentif, setelah kita cek ke beberapa sekolah hari justru ada guru tidak tahu menahu namanya tercantum dalam daftar penerima insentif, ada juga guru yang sudah menerima dan ada yang dibayar separuhnya saja," kata Rudi Purwonugroho, Ketua Komisi III DPRD Lingga, Jumat (15/2/2013).

Rudi mengatakan dari hasil kunjungannya ke sekolah SMP Negeri 2 Lingga, guru yang ada di dalam daftar penerima pada saat dihubungi kepala sekolahnya melalui telepon merasa terkejut dan menyatakan tidak tahu kalau namanya masuk sebagai penerima insentif, bahkan sudah menandatangani dan menerima uang insentif tersebut.

"Memangnya nama saya ada ya pak? Kok saya tidak tahu, dan saya merasa tidak pernah merasa menandatangani tanda terima," tutur Rudi menirukan ucapan guru tersebut tanpa menyebutkan namanya.

Menyikapi kejadian tersebut, Rudi meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga untuk segera menyelesaikan permasalahan ini. Terlebih, daftar penerima insentif tersebut sudah ditandatangani oleh Rudianto selaku Penjabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

"Kita minta agar pihak-pihak yang merasa dirugikan segera melaporkan ke polisi sebab para guru honorer ini tidak menerima, tapi di dalam daftar sudah menerima,bahkan sudah menandatangani, lalu siapa oknum yang berani berbuat seperti ini, jangan coba main-main," kata rudi menegaskan

Adapun perincian besarnya angka penerima insentif dimulai dengan 450 ribu sampai 600 ribu tiap bulannya diberikan kepada 64 orang yang yang terdiri dari guru non PNS daerah terpencil, dalam kota, TU/Penjaga sekolah dalam kota dan daerah terpencil dari jenjang TK sampai SMA yang tersebar di wilayah kabupaten Lingga, dengan alokasi anggaran sebesar Rp211 juta per tahunnya.

Share on Google+