batamtoday.com | propertinews.com
  • HOME
  • Pemilu 2014
  • Seputar Kepri
  • Hukum & KRIMINAL
  • Politik
  • Ekbis
  • Olah Raga
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Nasional
Propertinews | Info Lalin | Warta Buruh | Green & Clean | Singapura - Malaysia | Lipsus | Sosok | Opini | Iptek | Surat Pembaca | Info Iklan | Gallery | Forum | Indeks

batamtoday.com | Diterpa-Kasus-Rasis,-Melayu-Singapura-Harus-Bangkit


Diterpa Kasus Rasis, Melayu Singapura Harus Bangkit
 
Sabtu, 13-10-2012 | 17:39 WIB | Penulis: Redaksi/M
\Bookmark
 
 
Berita lainnya :
Singapura Segera Salip Swiss di Bisnis Perbankan
Mantan Menteri Singapura Terima Medali Order of Australia
Pasangan Malaysia Dibui karena Sebabkan Pembantu Tewas Kelaparan
Keterbatasan Fisik Tak Halangi Remaja Singapura Ukir Prestasi

Anggota Parlemen Singapura, Dr Fatimah Lateef, foto:CyberitaAsia

SINGAPURA, batamtoday - Masyarakat Melayu semestinya mampu menjadikan insiden rasis yang dilontarkan Amy Cheong sebagai cambuk untuk kembali bangkit dan berjuang lebih gigih lagi dalam menata kehidupan mereka. Bukan sebaliknya, malah larut dalam kemarahan yang tentu saja akan membuat Melayu makin terpuruk dikemudian hari.

Demikian ditegaskan Anggota Parlemen Singapura, Dr Fatimah Lateef, menanggapi kasus rasis yang merebak di Singapura baru-baru ini.

"Sebaiknya episode ini dijadikan moment untuk kita sama-sama bangkit guna memastikan kehidupan harmoni di Singapura dapat terus terjaga," katanya, dikutip dari CyberitaAsia, Sabtu(13/10/2012). 

Menurut Fatimah, meski secara kuantitas jumlah etnis Melayu di Singapura sangat sedikit, bukan berarti dalam urusan apapun kelompok ini harus merasa kecil atau dikecilkan. Bahkan dengan kondisi seperti itu, akan membuat masyarakat Melayu dapat membangun komunikasi yang lebih solid lagi.

"Meski status kita sebagai minoritas tapi saya secara pribadi tidak menganggap kondisi ini mengkerdilkan. Sebaliknya, ini adalah moment dimana kita bisa belajar berbagai hal dari beragam golongan yang ada di Singapura. Jangan pernah menganggap komentar rasis yang dilontarkan Amy Cheong sebagai bentuk intervensi mayoritas terhadap minoritas, tapi ini episode dimana kita bisa belajar kembali menata semua. Introspeksi terhadap berbagai hal demi membangun Singapura yang harmoni," tulis Fatimah di laman Facebooknya.

"Masalah yang menjatuhkan kita bukan hal yang mengherankan. Orang akan memberi komentar berdasarkan tanggapan mereka secara pribadi dan itu sah-sah saja, tapi sebagai rakyat yang sadar akan kehidupan berbangsa dimana kita dituntut untuk menerima semua golongan, maka ita harus tetap menjaga rasa empati secara objektif terhadap orang lain," tuntasnya. 



Komentar :
 
 

 
BERITA TERKINI
09:39 WIB | 24-05-2013
Sarapan Menu Tiga Negara di Restoran Nyai
09:37 WIB | 24-05-2013
Luas Bangunan Hijau Terus Bertambah
09:16 WIB | 24-05-2013
Sekolah Jangan Dahului Terima Siswa Baru
08:51 WIB | 24-05-2013
Pengumuman Hasil UN SMA Sederatjat Hari Ini Dilakukan Serentak
08:23 WIB | 24-05-2013
Metallica Tak Punya Waktu Rekam Materi Album Baru
08:07 WIB | 24-05-2013
Penampilan Tak Memuaskan, Liverpool Lego 3 Pemain
07:49 WIB | 24-05-2013
Inilah Ketegangan di Perairan Batam Versi Bea dan Cukai
20:49 WIB | 23-05-2013
Gubernur Kepri Usulkan Sultan Mahmud Riayat Syah Jadi Pahlawan Nasional
20:32 WIB | 23-05-2013
Ruko di Legenda Terbakar Gara-gara Usir Nyamuk
20:09 WIB | 23-05-2013
PGRI Batam Harus Kembali ke Jalan yang Benar
INDEX


Home | Contact | Redaksi | Disclaimer
Seputar Kepri | Hukum & Kriminal | Politik | Ekbis | Olah Raga | Kesehatan | Hiburan | Kuliner | Nasional | Propertinews | Info Lalin | Warta Buruh | Green & Clean | Singapura - Malaysia
Lipsus | Sosok | Opini | Iptek | Surat Pembaca | Info Iklan | Gallery | Forum | Indeks

     

© Copyright 2013 batamtoday.com All Right Reserved
© powered by: 2digit