Banner TJP

Ambang Batas 3,5 Persen Secara Nasional

Pemilu 2014 Gunakan Sistem Kuota Murni untuk Perhitungan Suara

DPR-RI_.jpg

JAKARTA, batamtoday-Rapat Paripurna DPR RI menetapkan, sistem penghitungan suara pada Pemilu 2014 mendatang menggunakan sistem kuota murni, dengan parlementary threshold (PT) 3,5 persen berlaku secara nasional.

Keputusan lewat voting itu dengan jumlah sistem penghitungan kuota murni (alternatif A) mendapatkan 342 suara dan sistem divisor webster (alternatif B) sebanyak 188 suara  dari 530 Anggota DPR yang hadir di Paripurna.

"Jumlah suara untuk alternatif A sebanyak 342 suara dan alternatif B adalah 188 suara. Dengan demikian alternatif A (kuota murni) dijadikan dasar melakukan penghitungan suara pada Pemilu 2014 mendatang," kata pimpinan rapat paripurna DPR RI, Pramono Anung di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/4/2012).

Dalam voting tersebut, alternatif A dipilih oleh Fraksi PD (140 suara), Fraksi PKS (54 suara), Fraksi PAN (42 suara), Fraksi PPP (37 suara), Fraksi PKB (28 suara), Fraksi Gerindra (24 suara) dan Fraksi Hanura (17 suara) Sedangkan alternatif B hanya dipilih oleh Fraksi Golkar (97 suara) dan Fraksi PDIP (91 suara).

Hasil tersebut juga melengkapi hasil pembahasan dan penetapan sistem pemilu sebelumnya yaitu sistem pemilihan proporsional terbuka, alokasi kursi per dapil 3-8 untuk DPR dan 3-10 untuk DPRD, PT 3,5 persen secara nasional, dan metode konversi suara kuota murni.

Sekjen PPP, Romahurmuziy menyatakan, tiga opsi lain seperti parliamentary threshold  atau ambang batas perolehan kursi di parlemen sudah disepakati antar fraksi melalui lobi-lobi pada Rabu malam.

"Jadi soal PT sebesar 3,5 persen, jumlah alokasi kursi (3-8 kursi) per daerah pemilihan    .....(halaman selanjutnya)

Share on Google+ Batamtoday .com

Iklan-Batamtoday