Perempuan Penyusup dalam TKI Deportasi

Imigrasi Sebut Jasmine Warga Negara Indonesia

Kantor_Imigrasi.jpg

BATAM, batamtoday - Kantor Imigrasi kelas I, Batam menyatakan Juhasmira (20) binti Dohan atau akrab dengan sapaan Jasmine yang tiba bersamaan dengan 31 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) melalui tahapan deportasi dari Malaysia melalui Konsulat Jendral (Konjen) RI di Malaysia dan BNP2TKI adalah warga Indonesia.

"Tidak benar kalau kabar yang mengatakan wanita yang bersangkutan berkewarganegaraan Malaysia," ujar Haryadi, Kabid Wasdakim Kantor Imigrasi Batam kepada wartawan dengan menunjukkan bukti paspor berwana biru tua milik Jasmine, Selasa (20/12/11).

Lebih jauh dikatakannya, bahwa dalam melakukan penyidikan kepastian Jasmine berkewarganegaraan Malaysia atau Indonesia, pihaknya meminta kepada Konjen RI di Malaysia bukti-bukti dokumen yang dimiliki wanita 20 tahun ini.

Sehingga siang tadi, tambahnya, Konjen RI mengirimkan paspor milik Jasmine lewat kapal yang berangkat tujuan Malaysia-Batam.

"Siang tadi kita baru mendapatkan kiriman paspor Jasmin dari Konjen RI di Malaysia," terangnya menambahkan.

Haryadi mengatakan paspor milik Jasmine dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Kinabalu, Malaysia tahun 2007 lalu dengan bertuliskan Pasport Indonesia. Terdaftar atas nama Juhasmira binti Dohan dengan tanggal kelahiran  23 Februari 1991. 

"Jadi pasport tersebut adalah milik Jasmine yang diurus di Malaysia. Karena Jasmine lahir dan dibesarkan di Malaysia. Di manapun keberadaan kita, bisa mengurus paspor atas indentitas warganegara Indonesia dengan dilengkapi dokumen yang sah," terangnya.

Sejauh deportasi yang dipulangkan oleh Konjen RI di Malaysia lewat BNP2TKI, menurut Haryadi belum pernah keliru, terlebih lagi ada warga negara Malaysia yang mengaku sebagai TKI yang bisa lolos.

"Saya rasa untuk pemulangan TKI di Malaysia atau pun di negara lain, selalu dilakukan seleksi pemeriksaaan yang ketat yang dikilakukan oleh Konjen RI dan BNP2TKI," ucapnya.

Lebih jauh mengenai Jasmine bila memang terbukti berkewarganegaraan Indonesia, Haryadi mengatakan akan mengembalikan Jasmine kepada pihak BNP2TKI.

"Akan kita serahkan ke pihak yang lebih berwenang, karena tidak mungkin yang bersangkutan kita tahan, karena bukan merupakan wewenang Imigrasi. Kecuali yang bersangkutan adalah warga negara Malaysia atau warga negara luar," pungkasnya sembari masih menunggu bukti kelahiran Jasmine di Malaysia.

Sementara itu, dari pantauan batamtoday di Kantor Pelayanan Imigrasi Batam, Jasmine masih di periksa staf Imigrasi di ruang BAP. Dengan menggunakan baju kehitaman, wanita dengan rambut pirang ini tampak menjawab satu persatu pertanyaan yang diajukan staf Imigrasi.

Bahkan hingga berita ini diturunkan, Jasmine masih menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi Kelas I, Batam dengan ditemani dari luar ruang pemeriksaan oleh seorang wanita bernama Eko Suningsih (19) yang dikenalnya sejak di Malaysia.

Pemberitaan sebelumnya, Jasmine merupakan Warga Negara Malaysia yang menyusup bersama ke-31 TKI melalui BNP2TKI yang diserahkan ke Dinas Sosial Kota Batam. Jasmine diserahkan ke Kantor Imigrasi Batam lantaran diduga berkewarganegaraan Malaysia.

Share on Google+